Thursday, March 3, 2016

SEKILAS KAMPUNG CISAAR DAN KAMPUNG CILEGOK






Secara administratif, lokasi kegiatan Perjalana Cahaya kali ini berada di Kampung Cisaar dan Kampung Cilegok, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Berikut gambaaran singkat mengenai kondisi Kampung Cisaar dan Kampung Cilegok berdasarkan beberapa keterangan yang terdapat pada Dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sukabumi Tahun 2012-2032:

1.  Pengelolaan Wilayah Sungai : DAS Girimukti
Sepanjang perjalanan menuju Kampung Cisaar dari kawasan wisata Pantai Loji, para volunteer harus melewati beberapa muara sungai atau bahkan genangan cukup besar di dekat aliran sungai, atau yang biasa disebut sebagai ‘daerah genangan’

2.  Sistem Jalur dan Ruang Evakuasi Bencana: Jalur evakuasi bencana gelombang pasang, tsunami, dan abrasi.
Pada saat survey jalur dilakukan juga observasi dan informasi lainnya terkait waktu pasang-surut gelombang. Didapat juga informasi dari warga di Kampung Cisaar dan Cilegok yang memiliki anak yang bersekolah di Loji sering melarang anaknya untuk bersekolah ketika cuaca buruk ataupun badai. Sesuai rencana di dokumen RTRT Kabupaten Sukabumi, seharusnya saat ini sudah ada rencana plot jalur ataupun bukti fisik jalur mana yang akan digunakan sebagai jalur evakuasi ketika terjadi bencana. Jalur evakuasi ini juga sebenarnya dapat dijadikan sebagai jalur aman bagi anak-anak di Kampung Cisaar dan Cilegok untuk pergi bersekolah dibandingkan dengan jalur yang ada sekarang.

3.  Kawasan Hutan Lindung
Lokasi Kampung Cisaar dan Kampung Cilegok memang berada di pesisir, namun ada sebagian wilayahnya yang bersinggungan atau bahkan berada di dalam kawasan hutan. Berdasarkan informasi warga setempat, di hutan yang berdekatan dengan lokasi permukiman mereka, masih banyak satwa liar dan buas. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan anak-anak yang bersekolah di Desa Girimukti memilih agar tidak kembali ke rumah (Kampung Cilegok) setelah jam sekolah usai. Ketika mulai gelap, jalan menuju Kampung Cilegok akan cukup berbahaya karena masih adanya hewan buas.


4.  Kawasan Lindung Lainnya: Kawasan Terumbu Karang (Pantai Cilegok)
5.  Kawasan Peruntukan Pariwisata: Peruntukan pariwisata alam (Pantai Cisaar)
6.  Sistem Jaringan Transportasi Darat: Preservasi dan peningkatan jalan kolektor primer 4. Ruas jalan Simpenan (Loji) – Ciemas – Surade – Ujunggenteng sebagai pendukung pembangunan jaringan jalan Koridor Jawa Barat Selatan.
Menurut informasi dari warga setempat, kabarnya memang sudah terdengar desas-desus mengenai pengaspalan dan perbaikan prasana jalan dari Loji hingga ke Desa Girimukti.




PEMBACAAN PETA
1.  Peta Indikasi Potensi Air Tanah & Daerah Irigasi
Desa Girimukti termasuk ke dalam wilayah yang memiliki potensi air tanah yang langka baik untuk air tanah dangkal, sedang, dan dalam. Desa Girimukti termasuk ke dalam salah satu wilayah kritis air di Kabupaten Sukabumi.
(Sumber: Peta Indikasi dan Potensi Air Tanah dan Daerah Irigasi Kab. Dan Kota Sukabumi Provinsi Jawa Barat, Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jendral Cipta Karya)

2.  Peta Kontur
Secara keseluruhan, Desa Girimukti termasuk ke dalam wilayah dengan kontur perbukitan. Bentangalam yang ada di sekitar Desa Girimukti, terutama yang menjadi lokasi kegiatan selain perbukitan adalah muara sungai.
(Sumber: Peta Tematik Indonesia www.petatematikindo.wordpress.com

3.  Peta Tematik Kepadatan Penduduk Kabupaten Sukabumi 2010:
Tercatat kepadatan penduduk di seluruh Desa Girimukti adalah sebanyak 160-364.990 jiwa.
(Sumber: Sensus Penduduk 2010)

4.  Peta Jenis Tanah: Latosol.
Hampir seluruh wilayah di Desa Girimukti memiliki jenis tanah Latosol, terutama di Kampung Cisaar dan Kampng Cilegok.
(Sumber: Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sukabumi 2011-2031)



Keterangan Tambahan:
Tanah Latosol disebut juga sebagai tanah Inceptisol. Tanah ini mempunyai lapisan solum tanah yang tebal sampai sangat tebal, yaitu dari 130 cm - 5 meter bahkan lebih, sedangkan batas antara horizon tidak begitu jelas. Warna dari tanah latosol adalah merah, coklat sampai kekuning-kuningan. Tekstur seluruh solum tanah ini umumnya adalah liat, sedangkan strukturnya remah dengan konsistensi  adalah gembur. Dari warna bisa dilihat unsur haranya, semakin merah biasanya semakin miskin. 

Pada umumnya kandungan unsur hara ini dari rendah sampai sedang. Mudah sampai agak sukar merembes air, oleh sebab itu infiltrasi dan perkolasinya dari agak cepat sampai agak lambat, daya  menahan air cukup baik dan agak tahan terhadap erosi. Tanah ini terdapat didaerah abu, tuf dan fan vulkan, pada ketinggian 10-1000 metaer dari permukaan laut, dengan bentuk wilayah yang berombak, bergelombang, berbukit hingga bergunung. 

Pada umumnya tanah Latosol  ini kadar unsur hara dan organiknya cukup rendah, sedangkan produktivitas tanahnya dari sedang sampai tinggi. Tnah in memerlukan input yang memadai.  Tanaman yang bisa ditanam didaerah ini adalah padi (persawahan), sayur-sayuran dan buah-buahan, palawija, kemudian kelapa sawit, karet, cengkeh, kopi dan lada. Secara keseluruhan tanah Latosol atau Inceptisol ini mempunyai sifat-sifat fisik yang baik akan tetapi sifat-sifat kimianya kurang baik. 

(Sumber:



1 comment:

  1. Terkait informasi yang telah dipublikasi [http://www.kartala.org/2016/03/sekilas-kampung-cisaar-dan-kampung.html]

    Kami informasikan bahwa artikel ini telah terindeks ke mesin pencari google. Silahkan terbitkan artikel ini.

    Domino 99 | Domino 99 Online | Agen Domino QQ | BandarQ | onebetqq.com

    ReplyDelete