Thursday, March 3, 2016

PERJALANAN CAHAYA EKSPEDISI CISAAR – CILEGOK



(FOTO: Arief Tdour, Denny Lukman, Priagung Sekar Langit, Dede Daglug)
Sebagian orang merayakan pergantian tahun baru dengan berbagai acara dan cara, ada yang berpesta terompet di keramaian kota, ada yang berkumpul dengan sanak saudara ada yang berpesta kembang api dan petasan, bermacam acara diadakan untuk menyambut tahun baru dengan harapan tahun yang akan datang akan lebih baik dari tahun sebelumnya.
Perjalanan Cahaya juga mengadakan pesta dalam rangka menyambut tahun baru 2016, yaitu pesta 'KASIH' di desa terisolir Cisaar Sukabumi, ya kami berpesta membagi 'KASIH' para donatur dan 'KASIH' kami kepada adik-adik di desa Cisaar di pergantian tahun baru Kali ini, dengan membagikan paket tas yang berisi seragam sekolah, buku dan peralatan tulis, kaos kaki baru serta vitamin. Bising tiupan terompet, suara petasan dan kembang api di ganti dengan suara tawa riang dan senyum gembira dari adik-adik kita di Cisaar pada saat menerima paket tas tersebut. –Arief Tdour-

Moment pergantian tahun seringkali identik dengan pesta perayaan atau bepergian ke suatu tempat dengan saudara dan teman. Hingar bingar keramaian perayaan yang identik dengan pesta kembang api dan acara-acara lainya seakan hanya menjadi sebuah dongeng bagi warga yang berada di Kampung Cisaar dan Cilegok. Ironisnya, lokasi kedua kampung ini masih satu kecamatan dan tidak terlalu berjauhan dari lokasi sebuah Taman Bumi yang baru-baru ini bertaraf internasional. Perjalanan Cahaya kali ini mencoba untuk menggantikan hingar bingar dan kemeriahan perayaan pergantian tahun 2015 ini dengan cara yang berbeda dan diharapkan lebih bermanfaat dari sekedar pesta perayaan satu malam saja.

Kampung Cilegok dan Kampung Cisaar yang merupakan lokasi kegiatan Perjalana Cahaya kali ini secara administratif berada di Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, lokasi kedua kampung ini tidak terlalu jauh dari lokasi suatu Taman Bumi bertaraf internasional, bahkan terdapat jalan desa menyusuri perbukitan menuju salah satu spot andalan Taman Bumi tersebut. Ironis memang, dibalik gencarnya pembenahan beberapa desa di Kecamatan Ciemas, nampaknya tidak terasa di Kampung Cilegok dan Cisaar ini. Atas dasar inilah maka sepakat untuk dilakukan survey mengenai kebenaran informasi tersebut.



Survey Cilegok dan Cisaar
Survey pertama dilakukan oleh seorang volunteer yang kebetulan sedang bertugas di Sukabumi. Survey ini bertujuan untuk mengecek informasi yang diberikan, memberikan informasi jalur serta mencari informasi tambahan. Hasil survey pertama ini membenarkan bahwa memang terdapat dua kampung di Desa Girimukti yang cukup terisolir serta beberapa informasi tambahan.

Hasil dari survey pertama sudah cukup menghasilkan informasi mengenai permasalahan di Kampung Cisaar dan Kampung Cilegok, hanya saja informasi  tambahan mengenai jalur yang direkomendasikan oleh warga Cisaar belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan waktu. Oleh karena itu, dilakukan survey lanjutan untuk mencari jalur yang aman dan termudah untuk kegiatan Perjalanan Cahaya yang disepakati pada 31 Desember 2015 hingga 1 Januari 2016. Survey jalur ini dilakukan oleh para volunteer asal Sukabumi. Hasil dari survey jalur ini cukup membantu untuk pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan awal musim penghujan. 



Kondisi Kampung Cisaar dan Kampung Cilegok
Informasi awal menyebutkan bahwa terdapat dua kampung yang cukup terisolir di Desa Girimukti, yaitu Kampung Cisaar dan Kampung Cilegok. Informasi awal lainnya menyebutkan bahwa masih ada empat rumah yang belum teraliri listrik. Setelah dilakukan beberapa kali survey, maka didapatkan beberapa informasi mengenai kondisi Kampung Cisaar dan Kampung Cilegok. Berikut uraian kondisi kedua kampung tersebut yang menjadi perhatian kegiatan Perjalanan Cahaya:

a.     Sumber Penerangan
Hampir seluruh rumah di Kampung Cilegok menggunakan lampu cempor dan emergency lamp sebagai sumber penerangan, dan hanya dua rumah yang menggunakan genset. Total rumah di Kampung Cilegok hanya lima rumah, tetapi jaraknya cukup berjauhan dan medannya cukup sulit. Kampung Cisaar memiliki total 78 rumah, 38 diantaranya sudah memiliki listik dan sisa 40 rumah lainnya masih menggunakan lampu cempor dan emergency lamp sebagai sumber penerangan. Listrik yang dinikmati oleh 38 rumah di Kampung Cisaar ini berasal dari kampung lainnya dengan membentang kabel sepanjang 2 Km. Untuk 1 Kwh dibagi untuk lima hingga enam rumah.

b.     Sarana Pendidikan
Dari hasil survey didapatkan informasi bahwa tidak ada sekolah baik tingkatan SD, SMP, ataupun SMA di Kampung Cisaar dan Kampung Cilegok, sehingga otomatis, anak-anak usia sekolah harus keluar dari Kampung Cisaar dan Kampung Cilegok untuk mendapatkan pendidikan. Permasalahan tidak hanya dari ketersediaan sarana pendidikan saja, jarak dan medan yang harus ditempuh pun harus mendapat perhatian. Terdapat total 40 anak usia sekolah di Kampung Cisaar dan Kampung Cilegok.



Anak-anak di Kampung Cilegok hampir sebagian besar bersekolah di Desa Girimukti yang berjarak kurang lebih 4 Km. Jarak 4 Km yang harus dilalui oleh anak-anak disini tidak sama dengan jarak 4 Km di kota-kota besar. Medan yang harus ditempuh berupa jalur single track menembus hutan yang masih tergolong alami, bahkan masih terdapat hewan-hewan buas yang di hutan tersebut. Kondisi ini akan menjadi lebih parah ketika musim hujan tiba. Ketika musim kemarau pun, anak-anak usia sekolah asal Kampung Cilegok ini tinggal di Desa Girimukti dan hanya akhir pekan mereka kembali ke rumah. Perjalanan pergi ke sekolah dan pulang ke rumah ini pun ditempuh dengan berbagai cara. Ada yang diantar dan dijemput menggunakan sepeda motor, ada juga yang berjalan kaki. Baik yang berjalan kaki maupun yang menggunakan sepeda motor, medan yang dilaluinya sama, yaitu menembus hutan dan perbukitan dengan jalur berupa single track.

Sebagian anak-anak usia sekolah di Kampung Cisaar bersekolah di Loji. Jarak tempuh yang harus dilalui kurang lebih 4 Km dan dapat ditempuh dengan satu kali perjalanan. Artinya, tidak seperti anak-anak usia sekolah di Kampung Cilegok yang harus tinggal di Desa Girimukti selama hari sekolah, anak-anak di Kampung Cisaar dapat langsung pulang kembali ke rumahnya usai sekolah. Jarak 4 Km menuju Loji bukan tanpa hambatan. Jika ombak pasang atau cuaca buruk, bahkan badai, orangtua di Kampung Cisaar ini akan melarang anak-anaknya untuk pergi sekolah. Larangan ini bukan tanpa alasan. Orangtua khawatir anak-anaknya akan terseret/terhantam ombak ketika di perjalanan.

c.      Aksesibilitas
Permasalahan utama dari keterisolasian Kampung Cilegok dan Kampung Cisaar sebenarnya adalah masalah akses atau pencapaian menuju kedua lokasi. Seperti yang sudah dituliskan sebelumnya, jarak yang harus ditempuh oleh anak-anak usia sekolah dari Kampung Cisaar dan Kampung Cilegok menuju sekolahnya kurang lebih 4 Km, namun 4 Km tersebut bukanlah jalan raya atau jalan desa pada umumnya. Hasil survey kedua hingga h-3 kegiatan menghasilkan jalur teraman dan termudah adalah yang melalui Pantai Loji dibandingkan dengan jalur yang melalui Desa Girimukti. Medan yang harus ditempuh dari kawasan wisata Pantai Loji menuju Kampung Cisaar hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, itu pun masih dengan perjuangan.

Sepanjang kawasan wisata Pantai Loji hingga Kampung Cisaar, setidaknya harus mempersiapkan mental untuk melalui bebatuan yang ikut bergeser ketika dilalui di pinggir pantai, pantai dengan batu karang yang cukup tajam dan besar, jalur yang dipengaruhi pasang-surut ombak, jalan yang ukurannya menyerupai jalan setapak, jembatan dengan konstruksi kayu sangat lapuk dan sangat kecil, area hutan bakau, hingga beberapa muara sungai yang cukup lebar sebagai medan yang harus dilalui. Kondisi akan diperparah jika ombak sudah mulai pasang dan air di muara sungai naik. Survey menjelang kegiatan bertujuan untuk memantau waktu ombak mulai pasang, posisi batu karang yang jika pasang tertutup air, hingga waktu air di muara sungai mulai naik. Dari hasil survey, akhirnya disarankan untuk melakukan perjalanan pagi hari hingga pukul 10.00 WIB karena waktu pelaksanaannya bertepatan dengan musim penghujan yang mulai intens.



Posisi Kampung Cisaar dan Cilegok sebenarnya hanya berjarak kurang lebih 1,8 KM, tetapi dipisahkan oleh sebuah bukit. Hasilnya, 1,8 KM yang harus ditempuh dari Kampung Cisaar dan Kampung Cilegok pun tidak semudah 1,8 KM jika di kota besar. Terdapat dua pilihan jalur menuju Kampung Cilegok dari Kampung Cisaar, yaitu dengan menyusuri pesisir pantai atau menaiki bukit yang memisahkan kedua kampung tersebut. Jalur menaiki bukit merupakan jalur yang tidak disarankan, karena medannya sangat sulit, dan sangat berbahaya jika musim hujan. Sedikit lengah, maka fatal akibatnya.

Jalur lainnya menuju Kampung Cilegok adalah melalui Desa Girimukti, namun jalur ini tidak disarankan untuk digunakan pada saat pelaksanaan kegiatan. Jalur menuju Desa Girimukti merupakan jalur single track berupa tanah dan akan menjadi lumpur yang cukup dalam ketika hujan dan melewati hutan alami dan terus menanjak hingga puncak bukit, barulah masuk ke Desa Girimukti. Jalan di Desa Girimukti pun kebanyakan masih batu dan aspal yang rusak parah dengan medan yang menanjak dan menurun. Dikhawatirkan jika mengambil jalur ini, tenaga akan habis duluan sebelum kegiatan terlaksana ditambah beban barang yang dibawa.

Kondisi Lainnya
Berdasarkan informasi, sarana MCK di Kampung Cilegok pun masih belum memadai, hanya saja untuk pembenahan atau bahkan pembangunan MCK di lokasi baru masih belum dapat terealisasikan secepatnya. Informasi tambahan berupa 40 rumah di Kampung Cisaar yang belum teraliri listrik pun masih belum dapat ditangani, namun kedua informasi ini menjadi catatan bagi kami dan terbuka bagi siapa saja yang berniat untuk membantu warga di Kampung Cisaar dan Kampung Cilegok.



Perjalanan Cahaya Ekspedisi Cisaar – Cilegok
Kegiatan Perjalanan Cahaya menuju Kampung Cisaar dan Cilegok disepakati tanggal 31 Desember 2015 hingga 1 Januari 2016. Terdapat dua titik kumpul sebelum bersama-sama menuju Kampung Cisaar, kampung yang pertama dicapai dari jalur Loji. Antusiasme para volunteer dalam kegiatan ini cukup besar. Setidaknya ada kurang lebih 50 motor yang  menuju Kampung Cisaar dan Cilegok. Berbeda dengan kegiatan Perjalanan Cahaya sebelumnya, kegiatan yang bertepatan dengan moment pergantian tahun yang biasanya dihiasi dengan cuti. Momen ini dimanfaatkan beberapa volunteer untuk mengajak serta keluarganya, sehingga dalam Perjalanan Cahaya kali ini tidak hanya laki-laki saja yang berpartisipasi.

Perjalanan dimulai pukul 09.00 WIB untuk mengantisipasi kenaikan air laut dan air di muara sungai yang harus dilalui. Jarak 2-4 Km yang harus ditempuh cukup menguras tenaga. Tidak sedikit motor yang harus berjalan perlahan, terperosok lumpur, sedikit terbawa arus atau para boncenger yang turun dan berjalan kaki karena motor tidak memungkinkan untuk melaju. Sulitnya medan tidak justru membuat para volunteer berbalik arah, justru menamba semangat dan yang terpenting adalah kerja sama. Medan yang sulit untuk suatu kegiatan yang bermanfaat bukanlah sebuah penghambat, justru menjadi pemacu semangat untuk terlaksananya kegiatan.



Di lokasi pertama, yaitu Kampung Cisaar, kegiatan yang dilakukan adalah pembagian buku, alat tulis, seragam, tas sekolah, kaos kaki kepada 40 anak usia sekolah dari Kampung Cisaar dan Cilegok serta penyuluhan dan  pemberian vitamin dan obat cacing. Kegiatan berikutnya yaitu pemasangan empat set solar cell di Kampung Cilegok yang berjarak hanya 1,8 Km namun dipisahkan oleh bukit. Sebagian volunteer memilih untuk bermalam di Kampung Cilegok seusai memasang solar cell karena tenaga yang sudah terkuras seharian, ada juga yang melanjutkan perjalanan melalui perbukitan menuju salah satu objek wisata di Taman Bumi yang sedang ramai dikunjungi, ada juga yang kembali pulang ke Loji.

Tulisan Lainnya mengenai Ekspedisi Cisaar – Cielgok dapat juga dibaca di link berikut:







 

2 comments:

  1. Hello,
    Kami dari tim mesin pencari. Harap untuk mengerti bahwa artikel Anda yang beralamat di: [ http://www.kartala.org/2016/03/perjalanan-cahaya-ekspedisi-cisaar.html ]
    Telah terindeks di mesin pencari kami. Jika Ada permasalahan seputar mesin pencari kami, silahkan layangkan email ke tim kami melalui menu contact us di situs utama kami.

    Sekian pemberitahuan ini.

    Domino 99 | Domino 99 Online | Agen Domino QQ | BandarQ | onebetqq.com

    ReplyDelete