Thursday, March 3, 2016

EKSPEDISI CISAAR – CILEGOK

Perjalanan Cahaya merupakan suatu kegiatan yang dinaungi beberapa anggota dari berbagai daerah, diantaranya Bandung, Purwakarta, Sukabumi, Jakarta dan sekitarnya. Kegiatan ini juga merupakan perjalanan roda dua untuk menelusuri daerah yang jauh dari perkotaan untuk mendatangi kampung. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui masalah sosial yang terjadi terutama penerangan. Daerah-daerah yang terisolir, jauh dari pandangan pemerintah, juga jauh dari kelayakan akan menjadi perhatian khusus bagi kami, para volunteer untuk mengulurkan bantuan dan segala kebutuhan bagi warga setempat.
Halaman Facebook Pejalanan Cahaya
“Mira, tolong send location” pesan dari Mang Dadang yang kiranya sudah tiba di pertigaan Bagbagan - Palabuhanratu. Mang Dadang bersama dua rekannya melakukan perjalanan menuju kediamanku di Citarik – Parung Cabok. Ya! Rumahku sebagai titik kumpul para volunteer ekspedisi Cisaar - Cilegok Perjalanan Cahaya kali ini.
Dirumahku, sambil menunggu rekan yang lain tiba di tempat tikum, aku sedikit berbincang dengan Mang Dadang mengenai kondisi akses selama perjalanan menuju Cisaar. Tanah licin berlumpur, sungai, pekarangan, bebatuan, dan melewati jalur pasang-surut ombak, itulah rintangan perjalanan selama ekspedisi Perjalanan Cahaya kali ini.
Kp.Parung Cabok 01/01 KM.10 Palabuhanratu
31 desember 2015, 
Enam orang volunteer yang bermalam dirumahku yakni Bang Cepi, Om Rama, Om Husin, Om Agus, Om Dedi beserta istri, sedangkan yang lainnya bermalam di sebuah warung beserta bale-balenya yang cukup nyaman untuk merebahkan penat perjalanan bertempat di Cipeundeuy – Loji.
01 Januari 2016,
Tepat pada pukul 07:00 WIB, semua bergegas menuju lokasi ekspedisi yakni Cisaar – Cilegok. Perjalanan akan menempuh jarak 2 KM dengan akses yang bikin greget pastinya. Ditambah semalam sempat turun hujan yang lumayan deras, semakin licin saja tanah dan bebatuan di perjalanan ini. Tidak langsung menuju lokasi (Cisaar), kami meluangkan waktu untuk sarapan bersama kala itu, hingga setelah semua selesai. Kiranya pukul 09.00 WIB, kami melanjutkan perjalanan yang masih lumayan jauh. Kakak perempuanku juga antusias mengikuti kegiatan ini meski hanya sebentar saja.
Desa Cisaar
Kondisi perjalanan yang ditempuh begitu menguji adrenaline, tidak menjadi kesulitan bagi para volunteer untuk tetap mencapai tujuan ke Cisaar - Cilegok. Melewati tanah licin berlumpur, sungai, pekarangan, bebatuan, dan melewati jalur pasang-surut ombak, demi menuju desa Cisaar - Cilegok untuk membantu warga disana. Semoga dengan bantuan ini, mereka tidak merasa sendiri dan merasa bahwa masih ada yang peduli, bahwa mereka masih bisa mendapatkan kelayakan.
Melewati jalur pasang-surut ombak
Jembatan kayu yang sudah lapuk, dan hendak roboh
Melewati bebatuan pantai yang hidup
Melewati genangan air yang cukup dalam
Jalan becek berlumpur sesekali di temui
Setiba di Cisaar, aku membantu yang lain untuk mem-packing barang-barang yang akan diberikan kepada setiap anak sekolah warga Cisaar dan Cilegok. Total semuanya 40 anak. Dan donasi ini diberikan setelah sholat jum’at. Donasi yang disediakan berupa tas, buku tulis, alat tulis, seragam sekolah, kaos kaki, dan obat-obatan berupa obat cacing dan vitamin. Terlihat betapa sumringahnya anak-anak ini, aku juga ikut senang dan bangga dapat mengikuti kegiatan berjuta manfaat seperti ini.
Penyuluhan vitamin dan obat cacing
Packing beberapa baranng untuk di donasikan
Tiba-lah di Cilegok, tempat berjuta misteri dan mitos-mitosnya. Ya! Daerah pesisir pantai ini hanya memiliki lima rumah penduduk saja. Dari rumah satu ke rumah yang lain memiliki jarak yang cukup berjauhan. Jarak yang harus ditempuhpun lumayan tracknya, masih harus melewati bukit-bukit menjulang dan tanjakan-tanjakannya. Sudah berkali-kali aku pergi untuk memancing kemari bersama kakak iparku, setelah beberapa waktu kemudian, barulah aku mengenal para volunteer ini. Segera kegiatan Expedisi Cisaar diagendakan dan Alhamdulillah terlaksana dengan lancar.
Solar Cell untuk 5 rumah di Cilegok
Perjalanan yang penuh akan pelajaran, semoga dalam kegiatan ini akan menjadi berkah bagi para donatur dan bermanfaat bagi para penerima donatur. Bagi seseorang yang dermawan dan bijaksana dalam kehidupannya, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada hamba-hamba-Nya.
Barakallahu Fiik..
Terima kasih kepada :
Para Donatur, Serdadu Cahaya, Jejak Bumi Nusantara, Laskar Cahaya, dan para rider yang ikut serta dalam kegiatan bakti sosial cisaar - cilegok.
 
ORIGINAL POST:
https://www.facebook.com/notes/mirra-mayya/expedisi-cisaar-cilegok/562551567241529

No comments:

Post a Comment