Monday, March 2, 2015

Perjalanan Cahaya #Voluntourism

oleh: Suyut Utomo

Bagi para pelancong, pejalan, backpaker atau sebutan yang lain, perjalanan adalah merupakan suatu proses, dari awal titik yaitu keberangkatan sampai titi saat kepulangan, dalam menempuh kedua titik tersebut tentu saja banyak cerita, tujuan, motivasi, serta alasan ketika melakukannya.

Kami melakukannya dengan alat transportasi roda dua, yaitu sepeda motor, ya semua pejalan mempunyai cara untuk menemukan dan menikmati perjalanannya. Alasan mula mempunyai kegairahan melakukan kegiatan ini salah satunya adalah proses untuk mengenal nusantara, tempat kami dilahirkan dan dibesarkan, dengan melihat keindahan alamnya, mendengarkan cerita warga lokal ketika mampir di suatu tempat atau daerah.

Layaknya kisah asmara kedua insan manusia, setelah saling mengenal selanjutnya apa tindak nyata untuk menunjukan rasa cintanya?. Begitu pula terhadap tanah air ini, walau masih skala kecil terbesit dalam pikiran untuk berbuat sesuatu untuk menunjukan rasa kasmaran kami terhadap negeri ini.

Kami menyebutnya "Perjalanan Cahaya" yaitu ketika kami melakukan perjalanan, disela-selanya banyak menemukan ironi, salah satunya di negeri yang konon kaya raya dengan sumber alam, untuk memeratakan sumber energi saja, dalam hal ini energi listrik masih ditemui ketiadaaannya dalam perjalanan kami. Keadaan tersebut beberapa kami temui disaat sengaja menyasarkan diri, menemukan tempat yang baru kami ketahui, mayoritas dari tempat-tempat tersebut adalah perkampungan yang jauh dari akses serta hiruk pikuk kota. Keasrian, keindahan alam serta ramah tamah warga lokal adalah  bonus perjalanan yang tidak bisa kami tolak. Disaat sebagian masyarakat dunia tidak bisa lepas dari asupan energi listrik untuk menunjang kehidupannya, dipelosok negiri ini masih menggunakan bahan bakar minyak untuk menyulut sumbu sebagai alat penerangan dari kegelapan malam.

Setelah mengetahui keadaan tempat-tempat tersebut yang belum mendapatkan keadilan energi, kami melakukan aksi berupa pemasangan instalasi listrik yang bersumber dari panel surya, yaitu alat yang menghasilkan energi listrik dari masukan cahaya matahari. Kami menggunakan lampu berjenis LED untuk menenerangi ruang-ruang bebilik bambu dikampung fakir energi listrik dengan alasan karena jenis ini hemat energi.

Tercatat empat lokasi atau perkampungan sejak pertengahan tahun 2014 telah kami lakukan pemasangan instalasi penerangan listrik. Beberapa catatan perjalanan kami bisa di simak dari beberapa postingan yang kami tulis:
  1. Kampung Cisoka. (klik disini untuk catatan perjalanan)
  2. Kampung Palasari (klik disini untuk catatan perjalanan) 
  3. Kampung Cimulu (klik disini untuk catatan perjalanan)
  4. Kampung Lebaksiuh (klik disini untuk catatan perjalanan)
kampung Cisoka, ditengah keindahan alamnya terdapat ironi
Panel surya terpasang di kampung Palasari
Memasang instalasi listrik di kampung Cimulu
Dan  yang keempat baru saja kami lakukan pemasangan panel surya beserta instalasi listriknya di kampung Cigumentong, Desa Sindulang, Sumedang, Jawa Barat. Dibantu oleh beberapa teman dari komunitas penghobby perjalanan bermotor, sedikit berbeda dengan kegiatan kami sebelumnya, kami juga membawa buku-buku dari tempat kami berangkat, sedianya buku ini akan kami tempatkan di balai warga sebagai perpusatakan mini, balai ini tempat biasanya digunakan untuk kegiatan warga, dari rapat warga, sampai untuk belajar anak-anak warga Cigumentong.

Sekelumit kegiatan yang kami lakukan, harapan kami apa yang dilakukan dama Perjalanan Cahaya ini, bisa memberi manfaat warga didaerah ketika kami melakukan kegiatan travelling. Bagi kami ada rasa bahagia, terharu, kepuasan pribadi ketika apa yang kami lakukan bisa membuat warga tersenyum bahagia ketika rumah-rumahnya terang dan bisa lebih leluasa berkegiatan, tidak tergantung dari pasokan listrik negara. Apa yang kami rasakan hampir sama atau lebih ketika tujuan melakukan perjalanan sebelumnya hanya untuk mengagumi, menikmati, kepuasan ketika mencapai lokasi keindahan alam Indonesia, keberagaman budayanya. Setelah itu kami berusaha untuk bertidak nyata sebagai rasa cinta terhadap negeri ini, Indonesia.

*****
Berikut ini film dokumenter pendek yang dibuat saat kegiatan di kampung Cigumentong.




*Postingan blog ini diikutkan dalam Traveller Kaskus Voluntourism Writing Contest

Perjalanan Cahaya #Cimulu,Garut, 6-7 Desember 2014

oleh: Rama Bargawa

Bismilah..........................................

" Bukan Bahu berbintang,bukan leher berdasi
yang kudambakan Pria yang punya hati

"Bukan Alis berukir,bukan Bibir bergincu
yang kudambakan Gadis yang punya malu"

Penggalan lirik lagu duet Rhoma dan Nurhalimah menemani saya yang tengah bersiap untuk motoran menuju Cimulu,Garut. Barang dan alat kelistrikan Tenaga Matahari telah lebih dahulu dikirimkan via bus ke Cicalengka kerumah rekan saya ,kang Ade Genta. yup........saya dan rekan-rekan memang menuju Cimulu,Garut untuk memasang solar panel dan lampu-lampu buat penerangan dimalam hari. Tanggal 6-7 Desember adalah hari eksekusinya.

Koordinasi keberangkatan telah saya persiapkan dua hari sebelumnya, dan semua langsung berkumpul di Cicalengka,rumahnya kang Ade. Tepat pukul enam pagi,tanggal enam Desember ,meluncur menuju lokasi.Bertemu tiga rekan setim di Pasawahan ,Purwakarta. Jadinya lanjut berempat jalan bareng.




Udara pagi segar mengiringi perjalanan kami. Lalulintas saat itu tak terlalu ramai. Anteng saja kami berempat memainkan gas sesuka hati. Sedikit terhambat adanya aktiiftas pengecoran jalan sebelum masuk Jalan Cagak dan sesudahnya yang menuju Sumedang. Tak terasa, 3 jam sudah kami riding. Dan sampailah di tikum pertama di Parakan Muncang.

Istirahat selama satu jam untuk selonjoran dan cek barang bawaan buat ke Cimulu. Setelah semuanya lengkap, barulah inti perjalanan Cahaya ini dimulai. Dengan Panduan kang Ogie Dy, kami meliuk-liuk melewati bukit disepanjang perbatasan Parakan Muncang dan Cicalengka. Dibatas kabupaten Sumedang dan Bandung.





Sepuluh kilometer telah dilewati dan dua desa tersambangi,barulah masuk kawasan hutan lindung Masigit-Kareumbi. Disana terdapat kawasan bumi perkemahan dan taman berburu. Tempat ini ada di perbatasan tiga kabupaten sekaligus yakni Garut, Sumedang dan kabupaten Bandung. Nah!! Kampung Cimulu ini berada di kabipaten Garut walaupun secara geografis lebih dekat lokasinya ke kabupaten Bandung. Kampung ini berada 45 km dari desa induknya yakni Pangeureunan,jalan melingkar keluar gunung menuju jalur Nasional dan masuk lagi di Kecamatan Limbangan ke arah utara. Atau jalan lainnya dengan berjalan kaki menyusuri Hutan, Sungai dan Lembah selama dua jam perjalanan.



Sebenarnya kampung ini telah mengenal apa yang namanya listrik. Sumber utamanya adalah air (Mikrohidro). Tapi, seringkali mati karena ada masalah diturbin atau tersangkut sampah. Jarak yang cukup jauh dari rumah disuatu waktu memang cukup membuat malas untuk mengeceknya. Dan sumber tenaga listrik tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik warga.



Memasang panel Surya adalah solusi disaat PLN tidak berperan dan Mikrohidro tidak bisa diandalkan. Begitulah keterangan yang saya sampaikan pada saat survey,dua minggu yang lalu. Alhamdulilah semua terselesaikan lewat misi perjalanan cahaya ini. Tak banyak sumbangsih kami. Tapi,setidaknya dikala malam mereka tidak kegelapan.




Terima kasih kepada :

1,Rekan the winning team , Suyut Utomo, Mang Dadang ,Yudi permana dan pantauan onlinenya untuk Titan Aldiano Rahman
2.Mang Dedi , Om Dendy Julius, Nurkholis madjid dan Yudha Hermana
3.Kang Ade Genta untuk tempat barang dan mau dirusuhi para Bujang Purwacheng
4.Kang Ogie dy yang mengawal kami ke kampung Cimulu
Foto-foto di catatan perjalanan ini karya Mang Dadang,Suyut Utomo dan Yudi permana.